Hidup. Semua makhluk
punya hak untuk hidup. Semua makhluk punya hak untuk memilih jalan hidup yang akan
dipilih. Akan tetapi, lebih dari itu, semua takdir dan nasib yang akan dilalui
sudah tercatatat jelas sesuai kehendak-Nya. Namun, bukan berarti kita harus
pasrah dengan takdir tersebut, karena Tuhan juga tidak akan mungkin membiarkan
makhluknya hanya berdiam diri menunggu jalan takdir. Usaha dan berdo’a, lalu
Tuhan yang berkehendak. Ini adalah rincian HIDUP yang saya renungkan
berdasarkan jalan saya selama ini.
Hidup itu.. seperti pisau. Semakin diasah akan
semakin tajam. Apabila kita tak berhati-hati dalam menggunakannya, maka pisau
itu tak akan segan-segan untuk melukai kita. Namun, jika kita hanya membiarkan
pisau itu begitu saja tanpa diasah, maka pisau itu akan dengan mudah berkarat
dan sama sekali tak ada kegunaanya. Jadi, jalani hidupmu dengan mengasahnya
terus-menerus dan gunakan dengan penuh kehati-hatian agar tak melukai dirimu
sendiri ataupun orang lain.
Hidup itu.. seperti buku. Tercipta dengan
berlembar-lembar kertas kosong yang bersih. Perlahan kita menuliskan setiap
lika-liku di dalamnya. Kadang bisa kita tulis dengan tinta warna hitam, merah,
biru, dan apaun warna yang sesuai degan keadaan dan keinginan kita. Meskipun
kita terus menulis pada lembaran baru dan meninggalkan lembaran lama, disadari
ataupun tidak, ketika kita akan menulis lembaran baru, pasti kita harus
melewati tulisan pada lembaran kertas lama dahulu. Perlu diingat,
dengan membaca tulisan di lembaran kertas lama bukan berarti kita akan terpuruk
lagi dalam noda lama yang kusam. Jadi, selama kita menulis dalam setiap
lembaran baru, jangan pernah melupakan lembaran lama, karena dengan demikian
kita akan dapat menulis yang jauh lebih baik dari lembaran lama dalam buku
tersebut.
Hidup itu.. seperti permen. Ada yang manis, pahit,
asin, asam, bahkan pedas. Jika permen tak punya rasa pasti tak akan
nikmat. Begitu juga hidup, pasti hanya akan monoton dan datar-datar saja.
Diibaratkan suatu permen yang berasa asam, tapi didalamnya berisi coklat yang
manis. Itu sama halnya dengan hidup, kadang kita menerima keasaman tentang
hidup, tapi dibalik itu akan ada suatu kejutan manis yang tak pernah terduga.
Jadi, rasakan nikmatnya jalan hidup sesuai pilihan, lalu lihat kejutannya.
Hidup itu.. seperti awan. Terbentuk dari titk-titik
air yang mengalami proses panjang hingga membentuk sebuah awan. Dalam proses
menjadi awan pasti tidaklah singkat. Dan ketika berada pada proses tersebut,
pasti akan bertemu dengan gerombolan-gerombolan awan lain yang kemudian bisa
bersatu lalu memisah lagi, ataupun bersatu dan membentuk suatu kesatuan awan
yang nantinya akan berjalan bersama hingga pada proses terakhirnya saat
meneteskan air hujan yang sangat berguna untuk yang membutuhkan. Jadi, terus
berjalan dalam hidup sesuai proses yang sudah ditentukan, dan ikuitu jalan itu
hingga ada seseorang yang akan menemukan dan menyatu bersama serta membantu untuk
menjalani proses hidup selanjutnya hingga proses itu selesai.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar