Blogger Widgets
Twitter : @Epirogenesa_ | Fb : Efi Pujijayanti

Minggu, 02 Juni 2013

"HIDUP"

Hidup. Semua makhluk punya hak untuk hidup. Semua makhluk punya hak untuk memilih jalan hidup yang akan dipilih. Akan tetapi, lebih dari itu, semua takdir dan nasib yang akan dilalui sudah tercatatat jelas sesuai kehendak-Nya. Namun, bukan berarti kita harus pasrah dengan takdir tersebut, karena Tuhan juga tidak akan mungkin membiarkan makhluknya hanya berdiam diri menunggu jalan takdir. Usaha dan berdo’a, lalu Tuhan yang berkehendak. Ini adalah rincian HIDUP yang saya renungkan berdasarkan jalan saya selama ini. 

Hidup itu.. seperti pisau. Semakin diasah akan semakin tajam. Apabila kita tak berhati-hati dalam menggunakannya, maka pisau itu tak akan segan-segan untuk melukai kita. Namun, jika kita hanya membiarkan pisau itu begitu saja tanpa diasah, maka pisau itu akan dengan mudah berkarat dan sama sekali tak ada kegunaanya. Jadi, jalani hidupmu dengan mengasahnya terus-menerus dan gunakan dengan penuh kehati-hatian agar tak melukai dirimu sendiri ataupun orang lain.


Hidup itu.. seperti buku. Tercipta dengan berlembar-lembar kertas kosong yang bersih. Perlahan kita menuliskan setiap lika-liku di dalamnya. Kadang bisa kita tulis dengan tinta warna hitam, merah, biru, dan apaun warna yang sesuai degan keadaan dan keinginan kita. Meskipun kita terus menulis pada lembaran baru dan meninggalkan lembaran lama, disadari ataupun tidak, ketika kita akan menulis lembaran baru, pasti kita harus melewati tulisan pada lembaran kertas lama dahulu.  Perlu diingat, dengan membaca tulisan di lembaran kertas lama bukan berarti kita akan terpuruk lagi dalam noda lama yang kusam. Jadi, selama kita menulis dalam setiap lembaran baru, jangan pernah melupakan lembaran lama, karena dengan demikian kita akan dapat menulis yang jauh lebih baik dari lembaran lama dalam buku tersebut.


Hidup itu.. seperti permen. Ada yang manis, pahit, asin, asam,  bahkan pedas. Jika permen tak punya rasa pasti tak akan nikmat. Begitu juga hidup, pasti hanya akan monoton dan datar-datar saja. Diibaratkan suatu permen yang berasa asam, tapi didalamnya berisi coklat yang manis. Itu sama halnya dengan hidup, kadang kita menerima keasaman tentang hidup, tapi dibalik itu akan ada suatu kejutan manis yang tak pernah terduga. Jadi, rasakan nikmatnya jalan hidup sesuai pilihan, lalu lihat kejutannya.



Hidup itu.. seperti awan. Terbentuk dari titk-titik air yang mengalami proses panjang hingga membentuk sebuah awan. Dalam proses menjadi awan pasti tidaklah singkat. Dan ketika berada pada proses tersebut, pasti akan bertemu dengan gerombolan-gerombolan awan lain yang kemudian bisa bersatu lalu memisah lagi, ataupun bersatu dan membentuk suatu kesatuan awan yang nantinya akan berjalan bersama hingga pada proses terakhirnya saat meneteskan air hujan yang sangat berguna untuk yang membutuhkan. Jadi, terus berjalan dalam hidup sesuai proses yang sudah ditentukan, dan ikuitu jalan itu hingga ada seseorang yang akan menemukan dan menyatu bersama serta membantu untuk menjalani proses hidup selanjutnya hingga proses itu selesai. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar