Sunyi ini kumasuki lagi
Kuputarkan kaset lama yang mulai kusut
Angin di luar bergerombol di dekatku
Semua bertopang satu sisi
Sepi..
Sepi ini ku tembus lagi
Aku masuk pada ruang kosong yang dulu penuh
Penuh akan sejuta rasa yang kini tak ber-asa
Kedipan mataku menyemburkan pilu rindu
Hembusan nafasku tak pernah berhenti berbisik
Dia.. anugerah tak ternilai
Ialah nada yang beralun menuju nirwana
Ku terawang bayang dalam rinduku
Tak pernah usai ku bergulat dengan kenangan
Mungkin mendung tidak selalu hujan
Tapi mendung selalu berbau hujan
Seperti rindu yang tak kunjung terwujud
Kaset dalam sunyiku mulai bermain
Kitalah pemeran utama
Hanya dua lakon yang bergerilya dengan hati
tak tertata
Mengusik segala risau dengan irama tawa
Membuat dunia penuh hanya dengan dua lakon
Dua lakon yang membuat semuanya terjadi
Apapun.. ya apapun..
Apa yang tak bisa dilakukan? Semuanya bisa
Inilah keajaiban dari-Nya
Salah satu keindahan dari keagungannya
Ini sangat indah, hingga menyusutkan setiap kataku
Bersamping berdua bagai not nada yang
bernyanyi
Terus mengalun indah tiada terhenti
Rindu..
Yang membuat tubuhku terikat erat
Hingga tak bisa lagi ku beranjak
Terhembus aromanya.. Terdengar detakannya
Semua jelas dalam relung kasih yang pekat
Ingin yang terpendam, semakin memuncak di
awang-awang
Sayatan lama yang semakin rancu, belum juga
usai terlahirkan
Akulah yang menantinya berkelana
Berpangku kaset-kaset penuh kisah ku berkawan
Esok, ketika dua lakon bermain kembali
Telah ku siapkan kaset baru
Sampai hayatku habis
Tak akan ada sesal yang membengkal
Inilah hal penuh keagungan
Yang terukir semakin menguak tak bisa
dielakkan
Rindulah yang selalu membungkamku untuk
berkisah
Rindulah yang memaksaku menikmati hayalan lalu
Ya, hanya sekadar rindu dalam kaset
Sunyi ini kumasuki lagi
Kuputarkan kaset lama yang mulai kusut
Angin di luar bergerombol di dekatku
Semua bertopang satu sisi
Sepi..
Sepi ini ku tembus lagi
Aku masuk pada ruang kosong yang dulu penuh
Penuh akan sejuta rasa yang kini tak ber-asa
Kedipan mataku menyemburkan pilu rindu
Hembusan nafasku tak pernah berhenti berbisik
Dia.. anugerah tak ternilai
Ialah nada yang beralun menuju nirwana
Ku terawang bayang dalam rinduku
Tak pernah usai ku bergulat dengan kenangan
Mungkin mendung tidak selalu hujan
Tapi mendung selalu berbau hujan
Seperti rindu yang tak kunjung terwujud
Kaset dalam sunyiku mulai bermain
Kitalah pemeran utama
Hanya dua lakon yang bergerilya dengan hati
tak tertata
Mengusik segala risau dengan irama tawa
Membuat dunia penuh hanya dengan dua lakon
Dua lakon yang membuat semuanya terjadi
Apapun.. ya apapun..
Apa yang tak bisa dilakukan? Semuanya bisa
Inilah keajaiban dari-Nya
Salah satu keindahan dari keagungannya
Ini sangat indah, hingga menyusutkan setiap kataku
Bersamping berdua bagai not nada yang
bernyanyi
Terus mengalun indah tiada terhenti
Rindu..
Yang membuat tubuhku terikat erat
Hingga tak bisa lagi ku beranjak
Terhembus aromanya.. Terdengar detakannya
Semua jelas dalam relung kasih yang pekat
Ingin yang terpendam, semakin memuncak di
awang-awang
Sayatan lama yang semakin rancu, belum juga
usai terlahirkan
Akulah yang menantinya berkelana
Berpangku kaset-kaset penuh kisah ku berkawan
Esok, ketika dua lakon bermain kembali
Telah ku siapkan kaset baru
Sampai hayatku habis
Tak akan ada sesal yang membengkal
Inilah hal penuh keagungan
Yang terukir semakin menguak tak bisa
dielakkan
Rindulah yang selalu membungkamku untuk
berkisah
Rindulah yang memaksaku menikmati hayalan lalu
Ya, hanya sekadar rindu dalam kaset

Tidak ada komentar:
Posting Komentar