Semakin ke depan, ia tampak semakin kecil
Dan semakin aku mundur, ia tampak semakin besar
Kata-kata yang sering ia katakan, kini membentuk barisan
rapi
Barisan itu membentuk
senyum yang menggandengku dengan kelembutan
Mau dibawa kemana aku?
aku hanya menurut maunya
aku tak bisa melawan
semakin lama, barisan huruf itu semakin erat
mereka mulai ganas
mereka menjadi menjadi borgol di tanganku
semakin erat..
semakin kuat..
semakin tak bisa ku lepaskan
tapi, dimana ia?
Mengapa hanya kata-katanya yang bersamaku, bukan ia?
Mungkin ia ada di ujung jalan itu
Menungguku untuk melepaskan borgol ini
Atau mungkin ia tidak ada
Dan akan membiarkanku terborgol seperti ini
Aku masih tetap terikat,
Aku tak bisa melihat tanganku sendiri
Bagaimana bekas yang ditinggalkan ketika borgol itu lepas
Kini masih menjadi ketakutanku
Aku mencarinya, tapi sedikitpun aku tak melihatnya
Lalu bagaimana borgol ini
Baiklah, ku kan berjalan mengikuti jalan ini
Bersama borgol ini yang mungkin suatu saat bisa ku lepaskan
sendiri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar