Desir-desir semakin terasa tak jelas
Lambat laun garis-garis arsiran semakin menyatu
Entah gambar apa yang akan terlukis
Antara rasa dan yang sedanag kulakukan
Ibarat arah utara yang menjurus ke selatan
Gelora ini membuatku nyaman
Amun, jiwa ini terkadang rapuh menjalaninya
Disana tercetak jejak kakiku
Apakah aku harus berlari menambah jejak kakiku disana?
Ataukah aku harus berlari membuat jejak baru disana?
Burung-burung menari diatasku
Seakan dengan riangnya ia mengejekku
Tanpa kusadari keringat ini mengucur
Ternyata raga ini sudah berlarian
Raga ini telah membawaku ke pasir baru
Tapi, mengapa disana tidak terlihat jejakku?
Dan mengapa raga ini bersinar penuh bunga?
Apa saja yang telah kulakukan disana?
Oh, aku melihatnya
Aku melihat sebuah istana pasir
Disana tertulis namaku dan nama seseorang
Tapi, kenapa jiwa ini masih terdiam?
Apakah jiwa dan ragaku berprinsip beda?
Ini aku?
Apa benar ini aku?
Sekarang apa yang harus kulakukan?
Aku tidak lagi berada disana
Aku juga tak ingin meninggalkan jejak ku lagi disana
Namun, tidak mungkin aku akan tega menghancurkan istana
pasir itu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar