Ku buka lembar-lembar
yang mulai kusut
Tampak gambar dengan
senyuman yang mengikat
Raut wajah bak padi
yang menguning
Berkerling embun yang
terpantul sinar mentari
Tercium kembali aroma
lembut nafasnya
Menyemburkan rindu
sepihak yang tak pernah usai
Kata-kata yang
terukir dalam ingatanku
Seakan berputar
membawa memori lalu
Kesucian rasa yang
dulu tak pernah ternoda
Kini musnah karena
keputusanku
Apakah aku egois?
Apakah aku yang tak
bisa menerima?
Ah.. sungguh aku tak
kuasa
Bulir-bulir ini
menetes mengarungi kenangan
Mengirimkan sejuta
do’a untuk yang ku kenang
Dulu kita berjuang
dalam atap yang sama
Di sini kita
bertemu..
Di sini kita
berjuang..
Hingga saatnya tiba
Kau berkelana menuju
citamu
Tapi aku masih di
sini
Tidak bersama ikatan
yang dulu
Tali ini telah
terpisah
Ya, aku yang
memotongnya
Karena aku sakit
menahan tali yang rusak
Kini aku anggap ini
adalah jeda
Jeda untuk saling
membenahi dua sisi tali yang rusak
Kemudia esok kita
akan menyatukannya kembali
Dengan dua tangan yang saling
mengikat bersama..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar