Blogger Widgets
Twitter : @Epirogenesa_ | Fb : Efi Pujijayanti

Senin, 10 Februari 2014

Setitik Cahaya Terang







Mentari ini masih sama
Menyilaukan lensa yang bersayu
Sama seperti kemarin
Jiwa dalam raga siap bergegas kembali
Disana.. Di tempat itu..
Berdiri sosok yanng bercahaya
Cahaya yang tidak begitu terang, namun menyilaukan rasa
Cahaya itu  tertuju kepadaku
Aku bisa melihatnya, aku bisa merasakannya
Tapi.. aku tidak bisa menggenggamnya
Warnanya yang berkedip
Kenyamanan yang mendesir
Selalu berganti mengikuti alur
Apakah aku boleh menyimpannya sendiri?
Apakah aku boleh melekatkannya pada sisi gelapku?
Kurasa tidak.. atau iya..
Aku bernafas mengikuti takdir
Akupun menemukan banyak cahaya lain
Lebih terang.. lebih indah..
Bahkan jauh lebih baik darimu
Tapi, seakan gelapku memilih untuk diam
Dan kembali pada cahayamu
Angin bertiup membawa cahaya itu bersinar lagi
Gejolak yang terasa hanya damai bersamanya
Aku ingin berlari kencang
Namun, cahaya itu selalu tepat dibelakangku
Mungkin ia mengejarku
Atau aku yang tak pernah bisa beranjak
Oh.. Penguasa alam
Apa yang sedang kujalani?
Tiba-tiba gelapku pun menipis
Ia tepat bersamaku sekarang
Jiwa ini melambung menikmati sinarnya
Tidak.. bukan itu
Kini aku tlah terjaga
Engkau cukup menjadi mentari
Memberiku cahaya
Cahaya yang kau berikan pada semua yang di bumi
Biarkan ini cukup
Biarkan aku menjadi salah satu titik yang merasakanmu
Biarkan kamu menjadi salah satu cahaya yang menerangiku
Mentariku.
Aku ingin merasakan sinarmu
Tapi tidak untuk menggenggammu

LAGI..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar